sanad dan matan

Sebelum mengkaji tentang sanad dan matan, maka akan dicantumkan satu hadis dengan sanad dan matan yang lengkap di bawah ini guna untuk mempermudah mengetahui dan mempelajari mengenai sanad dan matan hadis.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ انْخَسَفَتْ الشَّمْسُ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ أُرِيتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ مَنْظَرًا كَالْيَوْمِ قَطُّ أَفْظَعَ (صحيح البخاري: ٤١٣)

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Zaid bin Aslam dari 'Atha' bin Yasar dari 'Abdullah bin 'Abbas berkata: Ketika terjadi gerhana matahari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat (gerhana), kemudian beliau bersabda: "Neraka telah diperlihatkan kepadaku, dan belum pernah sekalipun aku melihat suatu pemandangan yang lebih mengerikan dari pada hari ini." (HR. Bukhari no. 413)

Kalimat “Inkhasafat” sampai akhir itulah yang disebut matan Hadis, sedang rangkaian para perowi yang membawa Hadis disebut sanad Hadis. Untuk lebih jelasnya unsur-unsur Hadis dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sanad

Sanad menurut lughah, ialah: “sesuatu yang kita bersandar kepadanya, baik tembok atau selainnya”. Sedangkan menurut istilah, sanad adalah:

طريق متن الحديث

“Jalan yang menyampaikan kita kepada matan Hadis”.

Ringkasnya sanad Hadis ialah yang disebut sebelum matan Hadis.

Sedangkan pengertian sanad secara terminologis adalah :

سلسلة الرجال الموصلة للمتن

“Silsilah orang-orang yang menghubungkan Hadis”

Sisilah orang-orang maksudnya adalah susunan atau rangkaian orang-orang perawi Hadis yang menyampaikan materi Hadis sejak mukharrij sampai kepada perawi terakhir yang bersambung kepada Nabi saw

Berdasarkan contoh hadis di atas maka yang disebut dengan sanad adalah:

عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ

Selain sanad juga ada istilah isnad. Isnad secara lughah ialah menyandarkan sesuatu kepada yang lain. Dan menurut istilah adalah:

رفع الحديث اىلقائله او ناقله

“Mengangkat Hadis kepada yang mengatakanya atau yang menukilkannya”.

Matan

Matan menurut lughat ialah jalan tengah, punggung bumi atau bumi yang keras dan tinggi. Sedangkan menurut istilah, matan Hadis ialah pembicaraan (kalam) atau materi berita yang diover oleh sanad yang terakhir. Baik pembicaraan itu sabda Rasulullah SAW, sahabat ataupun Tabi'in. Baik pembicaraan itu tentang Nabi atau taqrir Nabi.

Menurut Ath Thibi, matan ialah:

ألفاظ الحديث التي تتقوم بها المعانى

“lafadz-lafadz Hadis yang dengan lafadz-lafadz itulah terbentuk makna”.

Sedang menurt Ibnu Jama’ah matan ialah:

ما ينتهى إليه السند غاية السند

“Sesuatu yang kepadanya berakhir sanad (perkataan yang disebut sesuatu berakhir sanad)”.

Referensi:

Taisir fi Musthalah Hadits, oleh Syeikh Mahmud ath-Thahhan.

Khusniati Rofiah, (2018), Studi Ilmu Hadis, Ponorogo: IAIN PO Press