حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقُرَشِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بُرْدَةَ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

    Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Yahya bin Sa'id al-Qurasyi, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami bapakku, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah bin Abdillah bin Abi Burdah, dari Abu Burdah, dari Abu Musa radhiallahu'anhu, ia berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimanakah Islam yang paling utama?" Rasulullah ﷺ menjawab: "Siapapun dari kaum muslimin yang selamat dari bahaya lisan dan tangannya." (Shahih Bukhari No. 10. Kitab Iman. Bab Amalan Islam yang Paling Utama)

    Penjelasan:

    Terkadang seorang muslim itu Islamnya kuat dan kadang lemah, demikian pula dengan seorang mukmin terkadang imannya kuat dan kadang pula sebaliknya. Seorang muslim yang islamnya kuat dan sempurna, dialah muslim yang haq, dan islamnya adalah islam yang hakiki, yang dicintai dan diridhai oleh Allah.

    Rasulullah saw. telah mengabarkan kepada kita dalam hadits ini, bahwasahnya muslim yang haq adalah yang menjaga lisan dan tangannya, ia tidak menyakiti kaum muslimin yang lain dengan lisan dan tangannya, tidak mencela, menggibah, serta menyakiti mereka dengan lisannya, tidak pula memukul, berbuat jahat, serta melampaui batas terhadap mereka dengan tangannya.

    Inilah sifat-sifat orang yang sempurna keislamannya; hendaknya kaum muslimin yang lain selamat dari keburukan lisan dan tangannya. Adapun orang yang menyakiti kaum muslimin dengan lisan dan tangannya, maka ia dalah orang yang Islamnya kurang, imannya lemah, yang tidak diridhai oleh Allah .

    .

    .

    .

    .

    sumber: Muhammad bin Sulaiman bin Abdullah Al-Muhanna. (2020). Al-Arba'unal Wildaniyah. (Ahmad Zamhari, dkk Terjemahan) Penerbit: islamhouse.com